TDA Goes To IBM INTRADE, Kuala Lumpur 12-15 November 2008

Bertempat di lantai 12 Plaza Mutiara, Kawasan Mega Kuningan, kemarin, saya dan 20-an anggota TDA menghadiri undangan briefing dari MATRADE mengenai keberangkatan kami ke Incoming Buying Mission (IBM) INTRADE Malaysia 2008.

MATRADE itu mirip dengan Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) di Indonesia. Cuma ia lebih independen dibandingkan BPEN. Sehingga lebih lincah dan agresif bergerak ‘menjemput bola’, mendatangkan para calon buyer untuk membeli produk-produk Malaysia.

 

Bayangkan, para calon buyer nanti jumlahnya sekitar 800-an dari seluruh dunia. Semua akomodasi selama di Kuala Lumpur ditanggung oleh MATRADE ini.

 

TDA bisa ikut serta dalam rombongan ini karena informasi dan rintisan yang telah lama dilakukan oleh Pak Agustav Alvie, salah satu anggota TDA yang aktif mengikuti pameran-pameran di luar negeri.

 

Jadi, dalam acara kemarin kami dibekali hal-hal yang penting untuk diketahui selama di sana. Mengenai akomodasi, transportasi, pakaian, do’s and don’t selama di sana, program-program selama di pameran, dan segala hal terkait dengan kegiatan dan keberadaan kami selama di KL. Seorang pendamping disiapkan khusus untuk rombongan TDA.

 

Acara akbar tahunan itu akan dibuka oleh Perdana Menteri Ahmad Badawi. Ini adalah kegiatan berskala internasional. Ada sekitar 500 peserta pameran yang hadir dari 50 negara. Malaysia memang terkesan lebih serius dan profesional dalam menjual produk-produk UKMnya. MATRADE sendiri telah membuka perwakilan di 36 negara, termasuk Indonesia.

 

Meskipun ini adalah buying mission, tapi tetap terbuka kemungkinan bagi kami untuk saling kontak dan juga mencari mitra pembeli dari seluruh dunia. Karena nanti kami akan saling bertemu dan berkenalan dengan para visitor dari seluruh dunia.

 

Mungkin saja nanti ada yang tertarik dengan produk Manet, misalnya. Untuk itu, kami disarankan juga membawa material informasi secukupnya tentang produk kami sendiri. Di sana, kami akan difasilitasi untuk saling kontak dalam acara khusus yang namanya personal business matching.

 

Selepas briefing, kami bersepakat untuk bertemu lagi membicarakan hal-hal terkait yang perlu dipersiapkan oleh para member TDA. Kami pun meluncur ke restoran Chowking di Mal Ambassador. Kami memilih Pak Hantiar dan Pak Agustav sebagai koordinator rombongan ini.

 

Kami membicarakan mengenai keberangkatan, pembuatan kaos TDA, rencana city tour, pembuatan spanduk dan sebagainya. Menurut Pak Hantiar, tercatat sekitar 28 perusahaan dari TDA yang ikut serta dalam rombongan ini. Satu perusahaan diwakili oleh 1-2 orang, sehingga total rombongan mungkin mencapai 40-an orang.

 

Ini adalah kali pertama TDA ‘keluar kandang’, maksudnya ke luar negeri secara berkelompok. Saya yakin, langkah pertama ini akan diikuti oleh langkah berikutnya. Mungkin saja nanti TDA akan berpameran di Malaysia, Singapura, Dubai, atau Eropa. Who knows. Perjalanan ini akan menjadi portofolio awal buat TDA.

 

Bravo TDA,

 

Kuala Lumpur, We are coming…..

 

Salam FUUUNtastic!
Bersama TDA Menebar Rahmat

 

Wassalam,

 

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

sumber : http://roniyuzirman.wordpress.com/2008/11/06/tda-goes-to-ibm-intrade-kuala-lumpur-12-15-november-2008/

Iklan

Warung Depok Goes to Kuala Lumpur

Warung Depok Goes to Kuala Lumpur Jul 20, ’11 8:26 AM
untuk semuanya

Friends,

Ini adalah salah satu pengalaman aku yang paling berharga, yang ingin aku sharing.

Alhamdulillah, melalui komunitas tercinta, pada tanggal 4-8 April 2011 lalu, aku pergi ke Kuala Lumpur, untuk menghadiri IBM MIHAS 2011 yang diadakan pemerintah Malaysia setiap tahunnya.

IBM – MIHAS itu merupakan singkatan dari International Business Matching –  Malaysian International Halal Showcase. di Ajang ini, pemerintah Malaysia mengundang lebih dari 60 negara dan sekitar 700 buyer dari negara tersebut. Intinya dari IBM adalah kami diposisikan sebagai buyer yang akan dipresentasikan produk dan jasa milik pengusaha2 Malaysia (mostly UKM). Acara ini didanai oleh pemerintah Malaysia, sehingga kami hanya perlu membeli tiket pulang-pergi, sedangkan akomodasi selama disana ditanggung oleh panitia.

Salah satu misi aku untuk ikut acara ini adalah, mencari peluang sebanyak mungkin dan juga pengalaman yang bisa kujadikan referensi dikemudian hari. Apakah aku berniat untuk meng impor produk dari Malaysia ? mungkin juga, tapi lebih mungkin untuk meng ATM kan (Amati Tiru Modifikasi) dan meng aplikasikan nya supaya lebih cocok dengan taste Indonesia.

Indonesia merupakan grup kedua terbesar yang datang ke acara tersebut (grup terbesar datang dari Cina), memang tidak semua peserta Indonesia melalui komunitas yang aku ikuti, karena ada beberapa undangan khusus, tapi sebagian besar merupakan anggota komunitas yang sudah berkali-kali datang ke acara tersebut.

Sebelum berangkat ada technical meeting yang harus kami ikuti disitu, selain mengenai teknis acara, atase perdagangan Malaysia juga ikut menyerukan berbagai tempat wisata, mal, pusat belanja yang bisa kami datangi selama waktu luang (promo visit Malaysia gituuuu).

Sampai di KL, kami ditempatkan di salah satu hotel bintang 5, yaitu Hotel Legend yang terletak di sebelah mal besar. Hari pertama adalah arrival, jadi tidak ada acara yang mewajibkan kami untuk menghadiri acara. Keesokan harinya, dimulailah IBM yang berlokasi di gedung Matrade. Di meja no. 294 aku pun menunggu beberapa pengusaha Malaysia yang akan mempresentasikan produk dan bisnisnya.

IBM berlangsung selama 2 hari, sayang sekali, menurut aku produk-produk yang ditawarkan kurang cocok untuk pasar Indonesia dan ternyata juga produk2 tersebut kebanyakan mengambil bahan baku dari Indonesia (waktu itu yang ingin kulihat adalah produk spices n condiments). Yang membuat aku terkejut juga adalah betapa semua pengusaha itu ingin sekali memasukkan produknya ke Indonesia, karena Indonesia adalah pasar yang besaaaar katanya, bahkan ada yang berani untuk mengiklankan produknya secara besar2an apa bila aku berani menjadi sole agent di Indonesia.

Satu lagi yang membuatku kagum adalah KEMASAN, kok kemasan?? iya benerr….. semua produk-produk itu dikemas dengan sangaattt baik, cantik, menarik dan pastinya foodgrade. Ternyata setelah banyak ngobrol dengan pengusaha2 sana, baru tau, bahwa pemerintah mereka begitu peduli dengan sektor UKM, semua  dimudahkan (bahkan buyer pun didatangkan !!) dan banyak dana2 grant dari kerajaan untuk memajukan sektor UKM.

WOW…. imagine that !
Karena aku anggota UKM Depok, aku lihat banyak pengusaha yg masih berkutat sendiri dengan modal, perijinan dan produksi. Ada ga bantuan pemerintah ? ooh… adaaa.. tapi itu dicerita lain lagi…. ^_^

Hari ke 3 dilanjutkan dengan pembukaan MIHAS, ada stand2 dari Indonesia juga loh, salah satunya kalo ga salah INA COOKIES, ternyata banyak sekali orang-orang Malaysia yang merupakan pecinta kuliner kita (mostly kuliner Bandung siiih) mereka puji-puji taste makanan kita. Yaa, aku maklum sih setelah nyoba makan jajanan sana ^_^.

Hari ke 5 aku pulang dengan segudang pengalaman, PR dan juga banyak sampel makanan2 kemasan dari sana (yang kebanyakan dibuang setelah di cicipi, mohon maaf, rasanya ga kena’) ditambah beberapa peluang yang bisa ku aplikasikan di sini (masih on process nihhh…) aku bersyukur sudah diberikan kesempatan untuk merasakan pengalaman luar biasa ini.

* itu foto aku waktu di KLCC. Karena seperti kata pepatah : NO PICTURE = HOAX hihihi…….

 

sumber : http://bloomgalery.multiply.com/journal/item/24/Warung-Depok-Goes-to-Kuala-Lumpur